(www.wartatv.com) : Langkah pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) di Malang kian ramai saja. Sebuah industry kecil skala rumahan kini mencoba mengembangkan produksi tahu tanpa limbah. Maksudnya adalah pembuatan tahu yang tak ada sisanya, semuanya jadi produk olahan jadi. Mulai dari tahunya sendiri yang bebas formalin dan sehat, ampasnya dibuat nugget dan makanan camilan.
Adalah ibu Bayinah Darma yang biasa dipanggil ibu Atiq, yang memulai bisnis rumahan di jalan terusan Cikampek Kavling 45 Matos Kabupaten Malang Jawa Timur. Di sini, ibu Atiq membuat tahu sehat tanpa sisa, dengan menggunakan mesin sederhana berharga 5 juta rupiah yang mampu menggerus kedelai 30 kg dalam sejam.
Secara hitungan bisnis, bisnis tahu rumahan ini boleh dibilang sangat menguntungkan dan menyehatkan. Satu kilogram kedelai seharga Rp6,200 dapat dibuat macam-macam produk. Yang pokok adalah tahunya bisa menghasilkan 20 ribu rupiah; ampasnya bisa dibuat nugget dengan penambahan ayam seharga Rp6 ribu ataupun telor 2 butir, sehingga menghasilkan 50 potong nugget seharga 50 ribu rupiah; air perasan kedelainya pun dapat dibuat minuman sehat dengan bumbu rempah-rempah dan gula sebesar Rp10 ribu, dan menghasilkan produk minuman seharga Rp60 ribu.
Artinya dari 1 kilogram kedelai seharga Rp6.200 dapat menghasilkan uang Rp130 ribu rupiah, dikurangi ongkos produksi dan bahan baku sekitar 40 ribu rupiah, masih ada sisa Rp90 ribu rupiah.
Bagi industri rumahan, pendapatan sebesar itu cukup lumayan. Karena itu ibu Atiq selalu bersyukur apalagi dapat berbagi pengalaman dengan banyak orang di sejumlah desa dan kabupaten.
Tim liputan wartatv melaporkan dari Malang Jawa Timur.
Adalah ibu Bayinah Darma yang biasa dipanggil ibu Atiq, yang memulai bisnis rumahan di jalan terusan Cikampek Kavling 45 Matos Kabupaten Malang Jawa Timur. Di sini, ibu Atiq membuat tahu sehat tanpa sisa, dengan menggunakan mesin sederhana berharga 5 juta rupiah yang mampu menggerus kedelai 30 kg dalam sejam.
Secara hitungan bisnis, bisnis tahu rumahan ini boleh dibilang sangat menguntungkan dan menyehatkan. Satu kilogram kedelai seharga Rp6,200 dapat dibuat macam-macam produk. Yang pokok adalah tahunya bisa menghasilkan 20 ribu rupiah; ampasnya bisa dibuat nugget dengan penambahan ayam seharga Rp6 ribu ataupun telor 2 butir, sehingga menghasilkan 50 potong nugget seharga 50 ribu rupiah; air perasan kedelainya pun dapat dibuat minuman sehat dengan bumbu rempah-rempah dan gula sebesar Rp10 ribu, dan menghasilkan produk minuman seharga Rp60 ribu.
Artinya dari 1 kilogram kedelai seharga Rp6.200 dapat menghasilkan uang Rp130 ribu rupiah, dikurangi ongkos produksi dan bahan baku sekitar 40 ribu rupiah, masih ada sisa Rp90 ribu rupiah.
Bagi industri rumahan, pendapatan sebesar itu cukup lumayan. Karena itu ibu Atiq selalu bersyukur apalagi dapat berbagi pengalaman dengan banyak orang di sejumlah desa dan kabupaten.
Tim liputan wartatv melaporkan dari Malang Jawa Timur.
Views: 3716







